ISO9001 Consultants Training ISO9001 Sertifikat ISO 9001 QMS Konsultan ISO9001 Pelatihan ISO9001
SOP Consultants Training SOP Konsultan SOP Pelatihan SOP - Standard Operating Procedur

ISO50001 Consultants Training ISO50001 Sertifikat ISO 50001 Konsultan ISO50001 Pelatihan ISO50001

ISO14001 Consultants Training ISO14001 Sertifikat ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan EMS Konsultan ISO14001 Pelatihan ISO14001

OHSAS Consultants Training OHSAS18001 Sertifikat OHSAS 18001 K3 Konsultan OHSAS18001 Pelatihan SMK3

ISO22000 Consultants Training ISO22000 Sertifikat ISO 22000 FOOF SAFETY Konsultan ISO22000 Pelatihan ISO22000
ISO27001 Consultants Training ISO27001 Sertifikat ISO 27001 Sistem Manajemen Informasi Sekuriti System Konsultan ISO27001 Pelatihan ISO27000
HR Management Center

Head Office :
Jl. Kyai Caringin No.20A Cideng
Jakarta Pusat-10150
Hotline : 0811-299 646 / 0811-9980 073
Fax : 021-630 6560 (Hunting)
Hotline SMS : 0818.480.825
email : info@indokonsultan.com

Konsultan_ISO-FS,SOP,Human Resource Management  Consultants & Training, Konsultan SDM Terbaik di Indonesia
Kecewa dengan Staf Kami ?
Lapor ke Manajemen

December 2017
M T W T F S S
« Jan    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Jasa Konsultan ISO Manajemen

KONSULTAN SUPPLY CHAIN

APA ITU SUPPLY CHAIN DAN MENGAPA SEMANGKIN DI BUTUHKAN?

supply chain management berbicara bagaimana hulu - hilir tetap menjadi satu kesatuan yang utuh

supply chain management berbicara bagaimana hulu – hilir tetap menjadi satu kesatuan yang utuh

Konsultan supply chain

1.      Sejarah

 Di suasana yang tuntutan pasar sekarang ini, perusahaan atau organisasi dituntut agar lebih kompetitif lagi juga agar bisa bertahan di pasar. Salah satu faktor yang berperan penting untuk mengungguli pesaing lain ialah dengan cara menerapkan manajemen rantai pasok atau biasa disebut.

Supply Chain Management (SCM) yang efektif dan efisien. Penerapan Supply Chain Management (SCM) yang efektif dan efisien akan membuat perusahaan secara tidak langsung menekan cost (biaya operasional) nya, serta meningkatkan produktivitas atau outputnya.

Supply Chain Management mencakup semua kegiatan yang terintegrasi untuk membawa produk sampai ke  pasar dengan kwalitas terbaik demi untuk menciptakan kepuasan pelanggan. Kegiatan dalam Supply Chain Management

antara lain adalah operasi dalam manufaktur, pembelian, transportasi, dan distribusi dalam bentuk fisik yang saling terintegrasi dalam sebuah proses. Proses inilah yang menghubungkan semua mitra dalam sebuah rantai dalam proses bisnis perusahaan.

Selain departemen dalam organisasi, mitra yang meliputi vendor, operator, perusahaan ketiga, dan sistem penyedia informasi. Dalam organisasi, rantai pasokan mengacu pada berbagai bidang fungsional, meliputi inbound dan outbound, transportasi, pergudangan, pengadaan barang, penyediaan barang, analisa, perencanaan produksi,  penjadwalan, pemprosesan order, dan layanan pelanggan semua adalah bagian dari proses tersebut.

Yang penting juga adalah mewujudkan sistem informasi yang sangat diperlukan merangkai semua kegiatan ini. Setiap usaha bisnis selalu membutuhkan pihak lain agar usahanya dapat berjalan dengan baik. Kemitraan dengan pihak lain umumnya terjadi dalam hal penyediaan bahan baku atau pasokan material atau barang untuk diolah atau dijual kepada konsumen akhir (pemakai).Manajemen Rantai Pasok atau yang dikenal dengan istilah Supply Chain Management (SCM) sangat penting dalam kaitannya dengan kemudahan di jangkau oleh pelanggan. Pelanggan memperlukan produk atau barang tersebut secara cepat, tepat dan kwalitas yang baik. Oleh karena itu, penting untuk mengolah rantai pasokan agar  pelanggan tidak kesulitan dan selalu memperoleh barang di waktu yang tepat dengan kwalitas yang baik pula.

satu solusi dengan tujuan memenuhi kepuasan pelanggan

satu solusi dengan tujuan memenuhi kepuasan pelanggan

 2.              LANDASAN TEORI

 1. Apa itu Suplai Chain Management 

Supply Chain Management merupakan metode, alat atau pendekatan pengelolaan yang melibatkan perusahaan – perusahaan yang terlibat dalam memasok bahan baku,memproduksi barang, maupun mengirimkannya ke final consumer.

Sistem Supply chain management (SCM) ini  tidak hanya berorientasi pada urusan internal, melainkan juga urusan exsternal yang menyangkut hubungan dengan perusahaan – perusahaan partner. Definisi Supply Chain Management menurut beberapa sumber, adalah.

1. Menurut Kamus APICS, SCM adalah pendisainan, perencanaa, pengeksekusian, pengontrolan, dan memantau kegiatan rantai suplai ini dengan tujuan membuat nilai bersih, membangun infrastruktur yang kompetitif, meningkatkan logistik dengan skala dunia, mensikronisasikan suplai dengan permintaan dan mengukur kinerja secara global.

2. Menurut Journal of Business Logistics, Vol. 22, No. 2, 2001, pp. 125, yang dibuat oleh Mentzer, J.T. et. Al. , SCM adalah “ sebuah sistem yang mempunyai koordinasi yang strategis dalam fungsi bisnis tradisional dan taktik-taktik (strategi) yang termasuk dalam fungsi bisnis yang ada dalam sebuah perusahaan dan bisnis-bisnis yang ada dalam rantai supplai, yang mempunyai tujuan untuk menambah performa jangka panjang dari perusahaan individual dan rantai supplai secara keseluruhan.”

3.  Aktivitas Supply Chain Management 

3.1. Tingkat strategis :

1. Optimalisasi jaringan strategis, meliputi jumlah, lokasi, dan ukuran gudang, pusat distribusi dan fasilitas.

2. Rekanan strategis dengan pemasok suplai, distributor, dan pelanggan, membuat jalur komunikasi untuk informasi amat penting dan peningkatan  kwalitas operasional seperti cross docking, pengapalan langsung dan logistik orang ketiga.

3. Rancangan produk yang terkoordinasi, jadi produk yang baru dapat  diintregasikansecara optimal ke rantai suplai, manajemen.

4. Keputusan untuk membuat dan apa yang dibuat atau beli.

5. Menghubungkan strategi organisasional secara keseluruhan dengan strategi pasokan/suplai.

3.2. Tingkat taktis :

1. Kontrak pengadaan dan keputusan pengeluaran lainnya

2. Pengambilan keputusan produksi, termasuk pengontrakan, lokasi, dan kualitas dari inventori

3. Pengambilan keputusan inventaris, termasuk jumlah, lokasi, penjadwalan, dan definisi proses perencanaan, Strategi transportasi, termasuk frekuensi, rute, dan pengontraka

4.  Benchmarking atau pencarian jalan terbaik atas semua operasi melawan kompetitor dan implementasi daricara terbaik diseluruh perusahaan pada tingkat operasional :

1. Produksi harian dan perencanaan distribusi, termasuk semua hal di rantai suplai Perencanaan produksi untuk setiap fasilitas di rantai suplai (menit ke menit).

2.Perencanaan permintaan dan prediksi, mengkoordinasikan prediksi permintaan dari semua konsumen dan membagi prediksi dengan semua pemasok

3. Perencanaan pengadaan, termasuk inventaris yang ada sekarang dan prediksi permintaan, dalam kolaborasi dengan semua pemasok

4. Operasi inbound, termasuk transportasidari pemasok dan inventaris yang diterima

5.  Operasi produksi, termasuk konsumsi material dan aliran barang jadi ( finished goods)

6. Operasi autbound , termasuk semua aktivitas pemenuhan dan transportasi ke pelanggan, Pemastian perintah, penghitungan ke semua hal yang berhubungan dengan rantai suplai, termasuk semua pemasok, fasilitas, pusat distribusi, dan pelanggan lain

 

4. Manfaat dari Supply Chain Management 

  1. Kepuasaan pelanggan

Konsumen atau pengguna produk merupakan target utama dari aktivitas proses produksi setiap produk yang dihasilkan perusahaan.

Untuk menjadikan konsumen setia, maka terlebih dahulu konsumen harus puas dengan pelayanan yang disampaikan oleh perusahaan

2. Meningkatkan profit 

Semakin banyak konsumen yang setia dan menjadi mitra perusahaan berarti akan turut pula meningkatkan pendapatan perusahaan, sehingga produk-produk yang dihasilkan perusahaan tidak akan ‘terbuang’ percuma karena akan selalu diminati konsumen.

3. Image perusahaan

Tentunya apabila semua proses bisnis organisasi berjalan dengan baik dan tepat waktu dalam pengiriman dan dan menjaga kwalitas produk tetap bagus, tentunya akan memberikan image berusahaan akan lebih baik.

Kesimpulan:

Supply chain (rantai pasok) adalah sanggat menentukan dalam proses bisnis, karena itu rantai ini tidak boleh terputus. Oleh karena itu supplay chain sangat erat hubungannya dengan resiko, bagaimana kita dapat mengelola resiko tersebut dengan sistimatis, terencana juga terukur, dengan tujuan akhir adalah kepuasan kepada pelanggan akan produk yang kita berikan. System penilaiannya tentunya system manajemen resiko yang berbasis kinerja.

Untuk mendapatkan konsultan supply chain management  lebih detail silahkan menghubungi kami di:

Mobile : 0818-480 825 | 0811-299 646

 

Tags: , , , , , , , , , ,

Leave a Reply